Merupakan salah satu wisata alam di Kabupaten Boyolali dengan sumber mata air yang jernih. Lokasi tempatnya di Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Banyak rahasia sejarah tersimpan di lokasi ini, meskipun demikian suasana terlihat sepi kecuali di hari libur. Ketenangan di Pengging sebenarnya memberikan isyarat bahwa sebenarnya tempat tempat peninggalan Raja raja jaman dahulu seakan memiliki ketenangan hakiki yang luar biasa.
Pengging masih memiliki beberapa pemandian. Namun, fungsinya sedikit berbeda karena lebih mengarah pada wisata ziarah. Yakni Umbul Sungsang, Keputren, Kedhaton dan beberapa sumber air alami lain. Perbedaannya, umbul- umbul tersebut lebih dikunjungi wisatawan yang mempunyai tujuan ziarah. “Mereka ini datangnya malam hari. Biasanya di atas pukul 23.00. Hampir setiap malam ada peziarah datang. Paling ramai kalau Jumat yang jatuh di hari pasaran Jawa Pahing.(Jitu)
Mata air di Pengging tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau panjang sekalipun Di salah satu sudut Obyek Wisata Pengging ada makam Dyah Ayu Retno Kedhaton, putri Prabu Brawijaya. Lalu, ada makam Kebo Kenanga.Ada juga sebuah masjid kuno yang bernama Masjid Cipto Mulyo, masjid ini berarsitektur joglo (rumah adat Jawa Tengah) memiliki bedug dan jam bandul yang berusia ratusan tahun. Masjid ini erat kaitannya dengan sebuah makam di sebelah barat masjid yaitu tokoh Pujangga Keraton Surakarta R.Ng.Yosodipuro.
Di bagian belakang kompleks terdapat sebuah kolam pancing di mana pengunjung dapat memancing ikan juga ada pengelolaan tempat untuk acara acara pertemuan tertentu











Posting Komentar
You Welcome ..!