Beberapa saat lalu saya coba pasangkan beberapa pasang kenari holland yang berkualitas sama, ternyata hasilnyapun persis seperti induknya, hal ini menunjukkan adanya galur murni dari peternak di sono yang masih sangat peduli akan keberadaan strain. Mungkin kalangan kita memang masih belum mampu untuk itu, dikarenakan materi yang sangat terbatas. Terutama untuk mencari betina induk yang kadang memang susah bahkan jika adapun kesulitan siap dihadapi seperti sulit dijodohkan, tidak mau bertelur sampai pada bertelur tapi tidak isi.Dengan kesulitan diatas akhirnyapun saya menyerah sehingga menyilangkan antara strain yang berbeda yaitu jantan Red Mozaik dan betinanya Holland putih. Besar harapan untuk memperoleh hasil yang diinginkan, tentunya baru dalam taraf warna, mengingat red mozaik berwarna dasar putih.
Alhasil . . . dari tiga anakan yang lahir ternyata hanya satu yang punya ciri red mozaik dan yang ke 2 dan ke tiga justru malah mempunyai warna putih keabuan seakan malah kurang punya kecerahan warna.
Masih belum putus asa saya cobakan dengan indukan lokal kuning eh ternyata justru punya kemiripan dengan mozaiknya, meskipun satu diantara anaknya malah ada warna bond tidak beraturan. Saya belum begitu dapat menyimpulkan apakah ini karena betina hollandnya masih galur murni sehingga mempunyai genetik warna yang cukup kuat atau karena betina lokal kuning percobaan ke dua yang sudah terkontaminasi dengan keturunan campur dari kenari lokal . . .
Akhirnya ya . . hanya sekedar curhat saja mengapa saya belum mampu .. ndak apa yang penting tidak putus asa










