Wilayah Wonogiri Jawa Tengah selalu identik dengan Waduk Gajah Mungkur, permulaan ide membuat waduk pada jaman orde baru ini bermula pada pertimbangan dataran yang cukup tinggi dan luas di area Pegunungan kidul.Program Transmigrasi pada jaman itu cukup populer dan beberapa kecamatan di wilayah pegunungan kidul ini menjadi salah satu sasaran perpindahan penduduk, hingga ada istilah Bedol Desa. Pertimbangan luasnya arena yang cukup tinggi membuat pemerintah memanfaatkan peluang itu untuk tujuan pengairan dan antisipasi banjir dengan cara menampung air dataran tinggi itu menjadi sebuah waduk. Selain itu daerah ini merupakan pegunungan batu yang menjadikannya kadang kekurangan air di musim kemarau
Dalam perkembangannnya Waduk Gajah Mungkur memang cukup menjadi penentu adanya kekuatan air di wilayah selatan yang mungkin akan meluap ke wilayah Sukoharjo, Solo dan kota lain yang dilewati sungai Bengawan Solo. Selain itu saat ini Waduk Gajah Mungkur juga telah dimanfaatkan menjadi sumber pembangkit listrik (PLTA), namun sayang sekali dalam perawatannya masih perlu konsistensi terkait dengan kedangkalan waduk yang makin hari makin menumpuk. Sepertinya Waduk Gajah Mungkur ini perlu di rawat dan dikontrol kedalamannya, semua itu terlihat pada saat musim kemarau, di tengah tengah waduk kelihatan dangkal dan bahkan sempat ditumbuhi tanaman.![]() |
| PLTA |

Dalam segi pariwisata bisa jadi merupakan sisi positip, dengan area yang luas mampu memberikan daya tarik untuk melepas kepenatan aktifitas pengunjung, baik sekedar memancing ataupun refreshing.












Posting Komentar
You Welcome ..!