Dahulu Desa Langenharjo bernama Desa KLAREAN
Suatu hari Sinuhun Pakubuwono singgah di desa ini dalam suatu perjalanan, tatkala berteduh di bawah pohon "Wungu" beliau mendapat wangsit bahwa nantinya desa ini bakal dikenal masyarakat luas bahkan sampai ke mancanegara. Berjalannya waktu pada saat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diemban oleh Sinuhun Pakubuwono ke IX maka dibangunlah sebuah pesanggrahan yang diberi nama 'Pesanggrahan Langenharjo'. Nama ini mengandung arti tempat Klangenaning Rojo atau dalam bahasa sekarang bisa diartikan sebagai tempat beristirahat sekaligus tempat untuk bercengkerama raja dan keluarga. Karena bangunannya di pinggir sungai Bengawan Solo dan konon putera puteri raja sangat senang untuk mencari ikan dan bermain di sungai, maka dibuatlah sebuah perahu yang 'Canthik'nya ( hiasan depan perahu ) di beri nama Rojomolo.
Nama Rojomolo itu sendiri jika diterjemahkan artinya raja penyakit, dan entah karena nama Canthik Rojomolo itu atau memang karena kebetulan, pada saat itu warga sekitar banyak yang terserang penyakit kulit. Wabah ini sangat meresahkan masyarakat, karenanya Sinuhun minta petunjuk pada yang Maha Pencipta supaya dapat mengatasi keresahan warganya. Sungguh diluar batas kemampuan manusia di belakang Pesanggrahan Langenharjo muncul sebuah sumber mata air hangat yang mengandung belerang. Akhirnya warga yang terkena wabah penyakit kulit dapat disembuhkan dengan mandi di sumber mata air hangat itu.
Karena keberadaan dan fungsi sumber mata air hangat itu maka dibangunlah sebuah Pemandian yang airnya dapat mengobati segala penyakit. Selain itu uap atau gas yang keluar dapat difungsikan untuk penerangan di malam hari dengan cara menumpuk beberapa bongkahan batu dan apipun menyala.
Salah satu bukti kebesaran Tuhan Pencipta ada di desa ini, dan berjalannya waktu hingga saat ini dikenal dengan nama Pesanggrahan Langenharjo dan Pemandian Langenharjo , lalu tempatnya dikenal dengan nama Desa Langenharjo.
Simak video berikut :












Posting Komentar
You Welcome ..!